Labels

Tampilkan postingan dengan label Instrumen Kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Instrumen Kimia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Januari 2011

Spektrofotometri Serapan Atom (AAS) II

 Hubungan Serapan Atom Dengan Konsentrasi

Jika seberkas cahaya tepat mengenai suatu medium yang mengandung atom-atom dalam keadaan dasar dari suatu unsur, maka cahaya ini akan diabsorbsi. Banyaknya cahaya yang diabsorbsi sebanding dengan banyaknya atom-atom dalam keadaan dasar.

Jika suatu cahaya dengan intensitas Io melewati suatu medium dengan panjang l yang mengandung atom-atom dengan konsentrasi C, maka intensitas cahaya tersebut akan berkurang menjadi I, Hubungan antara Io dengan I dirumuskan dengan :


I = Io.e-K.l.C   or   -log I/Io = K.l.C
 K= Konstanta Pembanding

Persamaan ini disebut Hukum Lambert-Beer's, nilai  -log I/Io = K.l.C disebut sebagai absorbansi, absorbansi ini berbanding lurus dengan konsentrasi Atom-atom. Jika suatu larutan standar dengan konsentrasi misalkan 1,2 dan 3 ppm diukur absorbansinya kemudian di plotkan dalam suatu kurva maka akan didapat seperti gambar dibawah. Gambar grafik ini disebut " Kurva Kalibrasi ", konsentrasi suatu sampel yang tidak diketahui dapat dicari dengan cara mengukur absorbansinya kemudian diplotkan pada kurva tersebut.



READ MORE - Spektrofotometri Serapan Atom (AAS) II

Sabtu, 08 Januari 2011

Spektrofotometri Serapan Atom (AAS) I

Spektro Serapan Atom didasarkan pada adanya absorsi radiasi gelombang elektromagnetik oleh atom-atom. atom mempunyai dua keadaan tingkat energi, yaitu energi keadaan dasar (Grund State)  dan energi keadaan tereksitasi (Excited State).

Atom-atom alam keadaan energi dasar dapat menjadi ke keadaan tereksitasi dengan mengabsobsi energi dari suatu sumber energi. sebagai contoh ialah atom Natrium (Na) yang mempunyai 2 tingkat energi yaitu 2,2 eV dan 3,6 eV dari keadaan dasarnya. Atom-atom Na jika mengabsobsi energi cahaya akan tereksitasi ke tingkat yang lebih tinggi yaitu tingat energi I (2,2 eV) atau ketingkat energi II (3,6 eV). tingat energi I (2,2 eV) didasarkan pada pancaran lampu Na yang panjang gelombangnya 5890 'A dan tingkat energi II (3,6 eV) pada panjang gelombang 3303 'A. Atom-atom ini hanya mengabsobsi energi tingkat cahaya yang panjang gelombangnya tertentu, sedangkan panjang gelombang lain yang tidak sesuai tidak dapat di absobsi.

Perbedaan tingkat energi dari suatu keadaan dasar ke keadaan tereksitasi ini untuk setiap unsur adalah Khas, sehingga panjang gelombang cahaya yang diabsorbsi oleh setiap unsur pun juga tertentu. Dalam Spektrofotometri Serapan Atom sebagai sumber cahaya digunakan lampu katoda berongga (Hollow Cathode Lamp) yang mempunyai emisi cahaya dengan panjang gelombang yang tertentu untuk setiap unsur. konsentrasi suatu atom dapat dihitung dengan cara menghitung besarnya cahaya oleh atom-atom tersebut.

Spektroskopi atom digunakan untuk mengidentifikasi dan menentukan (kualitatif dan kuantitatif) logam-logam dala tingkat "trace" dalam semua jenis materi dan larutan. Pengukuran dalam spektroskopi serapan atom (AAS) berdasarkan radiasi yang diserap oleh atom yang tidak tereksitasi dalam bentuk uap. 
READ MORE - Spektrofotometri Serapan Atom (AAS) I